Rabu, 24 September 2014

Menentukan Basis Dan Prosedur Recovery

A.              Dasar Basis Data dengan dan Tanpa Pengarsipan
Perancangan basis data merupakan proses menciptakan perancangan untuk basis data yang akanmendukung operasi dan tujuan organisasi. Dalam merancang suatu basis data, digunakan metodologi-metodologi yang membantu dalam tahap perancangan basis data. Metodologi perancangan adalah pendeketan struktur dengan menggunakan prosedur, teknik,alat,serta bantuan dokumen untuk membantu dan memudahkan dalam proses perancangan. Dengan menggunakan teknik metode desain ini dapat membantu dalam merencanakan,mengatur,mengontrol, dan mengevaluasi database development project.
1.     Conceptual Database Design
Conceptual database design adalah proses membangun suatu model berdasarkan informasi yang digunakan oleh organisasi, tanpa pertimbangan perencanaan fisik.


Langkah pertama: Membuat local conceptual data model untuk setiap pandangan yang spesifik. Local conceptual data model terdiri atas berikut :
a.     Entitiy Types
Menurut Connolly, entity types adalah kumpulan objek yang mempunyai karakteristik yang sama, dimana telah diindentifikasi oleh organisasi. Menurut Silberschatz, entity types adalah kumpulan dari entity yang memilik tipe dan karakteristik yang sama.
Entity dapat dibedakan menjadi dua adalah :
1)     Strong entity, yaitu entity yang keberadaannya tidak tergantung kepada entity lain.
2)     Weak entity, yaitu entity yang keberadaannya tergantung dari entity lain.
Contohnya adalah entity mahasiswa dan orang tua. Dimana mahasiswa merupakan strong entity dan orang tua merupakan weak entity karena keberadaan entity orang tua tergantung dari entity mahasiswa.
b.     Relationship Types
Menurut Connolly, definisi dari relationship types adalah kumpulan antar entity yang saling berhubungan dan mempunyai arti
c.      Attribute dan Attribute Domains
Attribute adalah karakteristik dari suatu entity atau relasi. Setiap attribute diperbolehkan untuk memiliki nilai yang disebut domain. Attribute domains adalah kumpulan dari nilai-nilai yang diperbolehkan untuk satu atau lebih attribute.
Ada beberapa jenis dalam attribute yaitu sebagai berikut :
1)            Simple attribute dan Composite attribute
Simple attribute adalah attribute yang terdiri atas komponen tunggal dimana attribute tersebut tidak dapat dipisahkan lagi, sedangkan composite attribute adalah attribute yang masih dapat dipisahkan menjadi beberapa bagian. Contoh dari simple attribute adalah nama barang sedangkan untuk composite attribute adalah alamat pada entity mahasiswa, karena dalam alamat bisa dibagi menjadi bagian entiti jalan, entiti kodepos dan entiti kota.
2)            Singlevalued attribute dan Multivalued attribute
Single-valued attribute adalah attribute yang memiliki satu nilai pada setiap entity, sedangkan multi-valued attribute adalah attribute yang mempunyai beberapa nilai pada setiap entity. Contoh dari single-valued attribute adalah Nim, nama mahasiswa, tanggal lahir, dan lain-lain. Sedangkan untuk multi-valued attribute contohnya adalah jam pelajaran, hobi, dan lain-lain.
3)            Derived attribute
Derived attribute merupakan attribute yang nilai-nilainya diperoleh dari hasil perhitungan atau dapat diturunkan dari attribute lain yang berhubungan. Contohnya adalah kumpulan attribute umur pada entity mahasiswa dimana attribute tersebut diturunkan dari attribute tanggal lahir dan tanggal hari ini.
d.     Primary key dan alternate keys
Primary key adalah key yang telah menjadi candidate key yang dilipih secara unik untuk mengidentifikasi suatu entity types. Candidate kay adalah kumpulan attribute minimal yang unik untukmengidentifikasi suatu entity types.
Altenate key adalah key yang digunakan sebagai alternatif dari key yang telah didefinisikan
e.     Integrity contstraints
Integrity contstraints adalah batasan-batasan yanng menentukan dalam rangka melindungi basis data untuk menghindari terjadinya inconsistent.
2.     Logical Database Design
Logical Database Design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada organisasi berdasarkan pada model data yang spesifik,tetapi tidak tergantung dari DBMS yang khusus dan pertimbangan fisik lain.
DBMS adalah software yang memungkinkan pemakai untuk mengidentifikasi , membuat, melihat , mempelihara dan mengontrol akses ke basis data.Fasilitas yang di sediakan adalah:
a.      Memperbolehkan user untuk mendefinisikan basis data
b.     Memperbolehkan user untuk menambah,merubah,dan menghapus serta mengambil data dari basis data.
c.      Menyediakan kontrol akses ke basis data. Seperti security dan integrity.
Langkah kedua; membuat dan memvalidasi  local logical data model untuk setiap pemandangan. Bertujuan untuk mumbuat local logical data model dari local conceotual data model yang mempresentasikan pandangan khusus dari organisasi dan memvasilidasi model.
Tahap-tahap perancang model model logical keduan:
A.    Menghilangkan features yang tidak compatible dengan modal relasional. Bertujuan  untuk menghasilkan model yang compatible dengan modal relasional yaitu:
1.     Menghilangkan many-to-many (*.*) binary relationship types
2.     Menghilangkan many-to-many (*.*) recurcive relationship types
3.     Menhilangkan complex relationship tyepes
4.     Menghilangkan multi-valued ttributes
B.    Memperoleh relasi untuk local logical dan data modal.
  Bertujuan untuk membuat hubungan logical model yang mewakili entity,relationship dan atrributteyang telah didefinisikan.
1.     Data Definition Language(DDL)
2.     Data Manipolation Language(DML)
C.    Memvalidasi relasi dengan menggunakan normalisai
Dengan menggunakan normalisasi, maka model yang dihasilkan mendekati model dari kebutuhan organisasi.
D.    Memvalidasi relasi dengan transaksi pengguna
Bertujuan untuk menjamin bahwa relasi dalam model logika tersebut mendukung user’s requiment spesificatiom scara detail.dan juga untuk meyakinkan bahwa tidak ada kesalahan yang muncul sewaktu membuat suatu relasi.
E.     Mendefinisikan Integrity Contraints
Bertujuan untuk Mendefinisikan Integrity Contraints yang disampaikan dalam pandangan.
Ada 5 tipe Mendefinisikan Integrity Contraints yaitu:
·       Required data
·       Attribute domain constraints
·       Entity integrity
·       Referential integrity
·       Enterprise constraints
F.     Melihat kembali local logical data model dengan pengguna
Bertujuan untuk menjamin local logical data data model dan mendukung dokumentasi yang menggambarkan model yang sudah benar.
Langkah ketiga: Membuat dan memvalisidasi global logical data model. Bertujuan untuk menyatukan local logical data model menjadi global logical data model.
Pada perancangan model logical langkah ketiga , tahap-tahapannya adalah :
a.      Menggabungkan local logical data model menjadi global model
Pada langkah ini, setiap local logical data model menghasilka E-R diagram, skema relasional kamus data dan dokumen pendukung. Beberapa tugas yang harus dikerjaka :
·       Memeriksa nama dan isi entities dari relation ship dan candidate key
·       Memeriiksa nama dan isi dari relationship
·       Mengabunggakn  entities
·       Mengikutsertakan (tanpa menggabungkan)relationship
·       Memeriksa hubungan entities dengan relathionship
·       Memeiksa integrity constraits
·       Menggambarkan ER-diagram
·       Melakukan update dokumen.
  
b.     Memvalidasi global logical data model
Bertujuan untuk menvalidasi relasi yang dibuat dari global logical data model dengan teknik normalisasi dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi
c.      Mengecek pertumbuhan yang akan datang
Bertujuan untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan seperti keadaan yang tidak terduga dimasa mendatang dan menilai apakah logical tersebut dapat menampung atau menyesuaikan perubahan yang terjadi.
d.     Melihat kembali global logical data model dengan pengguna
Bertujuan untuk menjamin model data logical yang bersifat global telah tepat untuk organisasi.
3.     Physical Database Design
Physical database design adalah suatu proses untuk mengahasilkan gambaran dari implementasi basis data pada tempat penyimpanan, menjelaskan dasar dari relasi, organisasi file dan indeks yang digunakan untuk efisiensi data dan menghubungkan beberapa integrity constraints dan tindakan keamanan.
      Langkah keempat: Menterjemahkan global logical data model untuk target DBMS. Bertujuan untuk menghasilkan skema basis data relasional dalam global logical data model yang dapat diimplemetasikan ke DBMS.
      Pada perancangan model physical, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.      Merancang basis relasional
Dalam memulai merancang physical design, diperlukan untuk menggumpulkan dan memahami informasi tentang relasi yang dihasilkan dari logical database design. Informasi yang penting bias didapatkan dari kamus data dan DDL.
b.     Merancang representasi dari data yang diperoleh
Bertujuan untuk menentukan bagaimana setiap data yang diperoleh mewakili global logical data model ke dalam DBMS.
c.      Merancang enterprise constraints
Pada langkah ini bertujuan untuk merancang batasan-batasan yang ada pada organisasi.
Langkah kelima : Merancang representasi physical. Bertujuan untuk menentukan organisasi file yang optimal untuk penyimpanan dan menentukan indeks yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa.
Pada langkah kelima ini, tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
a.      Menganalisis transaksiBertujuan untuk mengerti fungsi dari transaksi yang dijlankan pada basis data dan menganalisa transaksi yang penting. Criteria kemampuan yang harus diidentifikasikan dalam menganalisa transaksi adalah :
·       Transaksi dapat berjalan secara sering dan akan mempunyai dampak yang signifikan pada performa.
·       Transaksi yang kritis pada operasi dan bisnis.
·       Waktu selama sehari atau seminggu ketika akan ada permintaan yang tinggi pada saat basis data dibuat.
b.     Memilih file organisasi
Bertujuan untuk menyimpan data secara tepat ke tempat penyimpanan data. Ada beberapa pilihan struktur penyimpanan, yaitu: heap; hash; sekuensial berindeks; dan clusters
c.      Memilih indeks
Bertujuan untuk meningkatkan performa dalam suatu system basis data. Salah satu pendekatan untuk memilih organisasi file yang cocok untuk relasi adalah untuk menyimpan tuples yang tidak disimpan dan dibuat sebanyak secondary indeks sebagaimana diperlukan.
Oleh karena itu, atribut yang digunakan adalah :
·       Atribut yang sering digunakan untuk join operations untuk membuat lebih efisien.
·       Atribut yang sering dipesan untuk mengakses tuples pada suatu relasi didalam urutan yang menunjukkan atribut.
d.     Memperkirakan kebutuhan ruang penyimpanan
Bertujuan untuk memperkirakan jumlah ruang penyimpanan yang akan diperlukan dalam basis data. Perkiraannya didasari pada ukuran setiap table dalam suatu relasi. Contohnya, dalam lima tahun mendatang berapa kapasitas hard disk yang dibutuhkan untuk menampung data.
Langkah keenam: Merancang pandangan pengguna. Bertujuan untuk merancang pandangan pengguna yang telah diindentifikasi selama mengumpulkan kebutuhan dan menganalisis langkah dari relasional Database Application Lifecycle. Contohnya, pada branch terdiri atas direktur dan manajer pandangan.
Langkah ketujuh: Merancang keamanan. Dalam sebuah sistem basis data, keamanan adalah elemen yang sangat penting mengingat isi dari basis data berupa informasi yang sangat penting. Menurut Silberschatz ukuran keamanan yang dapat diambil untuk melindungi basis data antara lain dari segi berikut :
·       Sistem basis data
·       Sistem oprasi
·       Jaringan
·       Fisik
·       Manusia
Langkah kedelapan mempertimbangkan pengenalan dan redundasi konrol. Pada langkah ini mempertimbangkan demormaliasi skema relation untuk meningkatkan peforma. Factor yang perlu dipertimbangkan adalah:
·       Denormaliasi membuat implementasi lebih kompleks
·       Demormaliasi selalu mengorbankan flessibilitas
·       Demormaliasi akan membuat cepat dalam retrieve data tetapi lambat dalam update
Langkah kesembilan: Memonitor dan memasang sistem oprasi. Bertujuan untuk memonitor sistem oprasi, meningkatkan peforma dan menentukan perancangan sistem yang tepat.
B.    Recovery Basis data Dilakukan Tanpa Kehilangan Transaksi yang Penting
Dalam recovery basis data dilakukan tanpa kehilangan transaksi yang penting. Dalam melakukan recovery data maka akan mengembaalikan harga sesuatu data item yang telah diubah oleh oprasi-oprasi dari transaksi keharga sebelumnya. Informasi pada log digunakan untuk mendapatkan harga lama.harus di rollback. Hal yang perlu dilakukan pada recovery :
1.     Menunda update
2.     Selama eksekusi masih berlangsung update hanya dicatat pada sistem log dan transaction workspace
3.     Setelah transaksi commit dan log sudah dituliskan ke disk, maka update dituliskan ke basis data setelah restore database
Langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan pemeriksaan hasil restore database:
1.     Buka enterprise manager atau Query Analyzer untuk mekakuan pengecekan terhadap database yang telah di restore
2.     Pastikan dan diindentifikasi bahwa database hasil restore database tidak error dengan mengecek table-tabel didalamnya satu persatu.
3.     Jika terdapat error, buat kedalam suatu catatan yang berfungsi sebagai dokumentasi yang dapat dipergunakan kembali dimasa dating jika kemungkinan terjadi error yang sama.
4.     Setelah pengecekan dilakukan dan diindentifikasi tidak ada error, maka Enterprise Manager atau Query Analyzer dapat ditutup.

Selasa, 26 Agustus 2014

MENENTUKAN KEBUTUHAN SISTEM

Bab 1
Menentukan Kebutuhan Sistem
A.    Bidang Backup dan Metode Recovery
Backup adalah memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk kompuet yang biasanya dilakukan dari satu satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain.
Backup sangat penting dilakukan karena banyak potensi potensi yang akan mengakibatkan hilangnya data baik itu kesalahan pengguna atau kesalahan teknik lainnya. Untuk mempermudah dalam melakukan backup maka para pengembang software membuat aplikasi khusus dengan sistem network client server sehingga data data yang akan dibackup lebih eratur dan lebih aman.
1.         Metode Backup Data
Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan penyalinan sistem, data, dan aplikasi. Proses backup data dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
a.        Konsep Backup
Proses Backup dalam teknologi informasi mengacu pada pembuatan salinan data sehingga salinan tambahan tersebut dapat digunakan untuk mengmbalikan semula setelah peristiwa kehilangan data. Backup sangat berguna terutama untuk dua tujuan yaitu untuk memulihkan keadaan setelah bencana (disaster recovery) dan untuk mengembalikan sejumlah kecil file setelah sengaja dihapus atau rusak. Konsistensi data dalam proses backup harus dijaga, sebelum melakukan backup data. Mengecek konsistensi data dengan membandingkan data pada struktur direktori dengan data pada blok, lalu apabila ditemukan kesalahan maka program backup akan mencoba memperbaiki. Pengecekan konsistensi data ini disebut recovery.
Berdasarkan lingkup datanya, backup dapat dibedakan menjadi:
-          Full Backup
-          Network Backup
-          Dump Backup
-          Incremental Backup
-          Diferensial Backup
b.   Konsep Replikasi
Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan objek objek database dari satu database ke database lain dan melaksanakan sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin.
Jenis jenis replikasi meliputi:
-          Snapshot replication
-          Transactional replication
-          Merge replication


c.         Konsep MySQL Dump
Untuk keperluan ini MySQL menyediakan sebuah utility yang dinamakan MySQLDump. MySQLDump adalah utilitas berupa program cadangan yang pertama kali ditulis oleh Igor Romanenko, digunakan untuk pembuangan (dump) data sebuah database atau kumpulan database, untuk cadangan (backup) atau perpindahan (transfer) data ke server lain. Hasil dumpling dapat berisi pernyataan SQL untuk membuat tabel, insert dan yang lain dalam bentuk file CSV, teks editor, atau format XML.
Banyak cara untuk melakukan backup data. Berikut ini metode yang bisa dilakukan saat kalian melakukan backup data.
a.      Backup Logika dan Backup Physic
Backup logika adalah menyimpan perintah logic dari struktur database dan isinya yang direpresentasikan dalam perintah SQL, seperti CREATE DATABASE, CREATE TABLE dan INSERT DATA.
Berikut karaterististik backup secara logika
1)      Backup dilakukan melalui server MySQL untuk mengambil struktur dan informasi data
2)      Backup berjalan lebih lambat karena server harus mengakses informasi data dan mengirimkannya dalam bentuk logika pada file backup
3)      Output bisa lebih besar daripada bentuk fisik. Misalkan pada data yang disimpan 5 MB dalam bentuk file SQL maka pada saat recovery akan terjadi kehabisan memori karena prosesnya akan mengkabiskan banyak memori unuk mengembalikan dalam bentuk semula
4)      Backup dan Restore dilakukan dengan mengabaikan mesin yang digunakan
5)      Backup logika tidak melibatkan banyak file hanya satu file logika yang biasanya disimpan dalam file SQL
6)      Data disimpan dalam bentuk logika yang merupakan bahasa DDL dan DML
7)      Backup data dilakukan saat server sudah dijalankan
8)      Program untuk backup digunakan mysqldump.exe yang memanggil file dikeluarkan dalam bentuk logika file, seperti tsiswa.sql
9)      Untuk mengeluarkan data dalam bentuk file lain bisa digunakan perintah: SELECT….INTO OUTFILE
Backup fisik adalah mengambil database dalam bentuk fisik, untuk database yang menggunakan Appserv secara fisik data disimpan pada folder C:\\Appserv\Mysql\data\.
Berikut ini karakteristik backup fisik.
-          Backup terdisi atas salinan file dan database. Ini adalah salinan dari semua bagian direktori MySQL, data dari tabel memori tidak disimpan pada disk
-          Backup data secara fisik lebih cepat karenan tidak melakukan memrosesan logika, hanya pengcopian secara fisik.
-          Outputnya lebih sederhana dibandingkan backup logika
-          Sebagai tambahan dari database, backup dapat meliputi file manapun yang terdiri atas file Myi, MYD dan FRM

b.      Backup online dan backup offline
Backup online dilakukan saat server MySQL sedang berjalan sedangkan backup offline dilakukan saat server sedang dihentikan.
Media penyimpanan backup data yang paling simpel dan sederhana adalah flshdisk, memori card, CD/DVD, hardisk external. Untuk versi online kita bisa menyimpannya di server tempat penyimpanan layanan data seperti Cloud Service Dropbox atau media penyimpanan di internet seperti 4shared dan lain sebagainya.
Atau kita juga bisa memanfaatkan layanan tempat penyimpanan data dari google yaitu Google drive. Dengen Google Drive kita bisa membuat, berbagai dan menyimpan semua file di satu tempat, lalu kita bisa mengakses dokumen dimana saja.
Untuk backup data kontak, email dan agenda (kalender) kita juga bisa memanfaatkan layanan Google Sync (Backup Gratis Nomor Ponsel Dengan Google Sync). Dengan fasilitas sinkronisasi maka daftar kontak yang ada di phonebook ponsel/table akan dicopikan ke dalam daftar kontak Gmail. Ketika ponsel kita rusak/hilang maka tinggal kita setting akun google kita setting akun gmail kita dan otomatis akan menyalin hasil backup data kontak/agenda dari Gmail ke ponsel kita.
c.       Back Up database dari Cpanel
Melakukan backup file di akun cpanel kita secara mandiri akan memudahkan kita jika suatu saat ada sesuatu yang bermasalah di server. Misalnya hardisk utama mengalami kebakaran ataupun bad sector/crash yang membutuhkan waktu lama untuk perbaikan.  Biasanya dalam hal ini webhoster akan memindahkan akun anda ke server lain yang masih berjalan normal.
Backup dapat digunakan untuk restore setelah failure. Failure ini disebabkan oleh:
-          Media failure
-          Iser errors, misalnya: tidak sengaja drop table
-          Hardware failure, misalnya: disk-drive rusak atau permanent loss sebuah server; dan
-          Natural disasters
Strategi Backup dan Restore meliputi:
-          Tipe dan frekuensi backup
-          Kecepatan hardware
-          Bagaimana backup diuji
-          Dimana dan bagaimana media backup disimpan
-          Siapa yang melakukan restore
d.      Desain Strategi Backup
Apakah perubahan yang terjadi di bagian kecil atau besar database? Untuk database besar yang terkonsentrasi pada bagian files atau filegroup, pilih partai backup ata file backup.
Berapa banyak ruang disk dibutuhkan untuk backup? Perkiraan disk space terutama untuk full database backup. Backup berisi data actual pada database, tidak termasuk space kosong/tidak digunakan. Seharusnya ukuran backup lebih kecil dibanding database itu sendiri. Gunakan system procedure sp_spaceused
2.      Recovery
Adalah suatu proses untuk mengupdate database dengan file bacup yang telah disimpan terakhir kalinya. Recovery ini memiliki model yaitu recovery model yang digunakan untuk menentukan tipe backup dan skenario restore dan mengkontrol bagaimana transaction log dikelola. Database yang menggunakan model recovery yaitu sebagai berikut.
a.      Full Recovery Model
Pada model ini, transaction log akan di truncate (dipotong) pada saat dilakukan backup transcation log. Sebagai catatan, perintah truncate transaction log tidak akan berpengaruh pada ukuran transaction log.
Full recovery model menggunakan log backup untuk mencegah kehilangan data karena berbagai macam skenario kegagalan. Transaction log (log backup) diperlukan. Dapat restore database ke suatu titik waktu yang terdapat dalam log backup (point-in-time recovery). Dapat menggunakan log backup untuk roll-forward dataase ke suatu titik pada suatu log-backup. Kelemahannya membutuhkan media penyimpanan besar dan waktu restore dan kompleksitas meningkat.
Ilustrasi Full Recovery  Model
1)      Full Database backup+log (yang paling mudah)
-          Backup full database: Db_1 ; Log backup:Log_1 , Log_2
-          Setelah Log_2, hilangnya data terjadi
-          Sebelum keiga backup di restore, db admin harus membackup active log (tail of the log/tail)
-          Restore db_1 , Log_1 , Log_2 tanpa recovery database
-          Db admin merestore dan merecovery tail
-          Database ter-tecover ke titik kegagalan, merecover semua data
2)      Strategi backup mengurangi workloss exposure dengan:
-          Differential backup+log
-          Transaction log backup mengurangi workless exposure potensial setelah log backup terbaru, t14
-          Rangkaian 3 diff backup digunakan mengurangi jumlah transaction log that akan direstore kalau ada kegagalan
-          3 diff backup cukup besar untuk backup berikutnya sebagai full database backu.
3)      Sebelum backup database pertama, ada kemungkinan hilangnya data pada t0-t1
4)      Setelah itu log backup yang rutin mengurangi kemungkinan hilangnya data setelah log backup terakhir
5)      Bila ada kegagalan, maka db admin membackup tail of the log (tail) atau log uang belum dibackup
6)      Bila tail-log sukses dibackup, db admin dapat  menghindari kehilangan data dengan merestore ke titik kegagalan
b.      Bulk-Logged Recovery Model
Bulk-logged recovery model akan menuliskan data page yang telah dimodifikasi ke dalam file data sebelum transaksi dinyatakan selesai. Berlawanan dengan full recovery model yang hanya membutuhkan penulisan ke log untuk menyatakan transaksi selesai. Operasi bulk akan lebih pelan pada sistem IO yang pelan.
c.       Simple Recovery Model
Hampir sama dnegan bul0logged beberapa operasi bersifat minimally logged. Macam-macam transaksi tersebut sama persis dengan bulk-logged. Perbedaan mendasar adalah pada pemotongan transaction log. Transaction log akan otomatis terpotong pada saat checkpoint selesai.
Karena tidak ada backup log maka ketika terjadi database failure, yang bisa dilakukan adalah merestore full backup atau differential backup yang terakhir.
Ilustrasi Simple Recovery Model
1)      Full database backup
Cocok untuk database kecil sehingga dapat sering dibackup
2)      Strategi backup mengurangi work-loss exposure
-          Differential dataase backup
-          Dibanding full database
-          Setelah database backup pertama, sekumpulan differential backup dibuat (3 diff backup)
-          Setelah diff backup ketiga cukup besar, backup berikutnya adalah database backup untuk membuat defferential base baru.
B.       Backup Offline sesuai dengan Kebutuhan Organisasi dan Keamanan dengan Waktu Mati (Down Time) Minimal
Offline backup digunakan sebagai sebuah tindakan perlindungan karena dengan menggunakan metode backup ini, pengguna tidak dapat melakukan updating sehingga file backup tetap dalam keadaan tidak tersentuh.
Offline backup merupakan jenis backup yang paling mudah. File-file yang dibackup ketika melakukan offline backup yang proses menutup database, seperti:
1.      Datafile, untuk menyimpan semuda data yang ada dalam database.
2.      Control file, untuk menyimpan struktur fisik dari database.
3.      Redo log file, untuk menyimpan semua perubahan file yang terjadi pada database yang digunakan dalam proses recovery.
4.      Parameter file (init.sid), yaitu file yang berisi parameter-parameter dari database.
Langkah langkah untuk melakukan backup offline basis data adalah sebagai berikut:
1.      Masuk ke start-Programs-Mocrosoft SQL Server-Enterprise Manager.
2.      Maka akan tampil layar Enterprise Manager
-          Klik tanda + yang ada di depan tulisan microsoft SQL Servers maka akan tampil tulisan +SQL Server Groups dibawah tulisan Microsoft SQL Servers.
-          Klik tanda + yang ada di depan tulisan SQL server Groups maka akan tampil tulisan +(Local) (Windows NT)
-          Klik tanda + yang ada di depan tulisan Local (Windows NT) maka akan tampil layar Windows NT.
-          Klik tombol connect
3.      Klik tanda + yang ada di depan folder Databases, maka akan tampil nama nama database yang ada di dalam server (local) ini
4.      Klik kanan pada databases atau pada salah satu database, lalu pilih All Task>Backup Database maka akan tampil layar Backup Database
5.      Pilih Database yang ada di backup di Database droplist, bila diperlukan isi nama backup di Name textbox dan keterangan di Description textbox
6.      Pilih Databas-complete jika akan melakukan backup seluruh data
7.      Pilih database-differential jika akan melakukan backup hanya data yang terjadi perubahan sejak terakhir dilakukan backup database complete. Untuk bisa melakukan backup database differential setidaknya sudah pernah melakukan backup database complete minimal sekali
8.      Pilih Transaction Log jika akan melakukan backup transaction log
9.      Pilih File and filegroup  jika akan melakukan backup per filegroup. Klik button yang digunakan untuk mencari filegrounp
10.  Pilih Tape jika akan melakukan backup ke tape device
11.  Pilih disk jika akan melakukan backup ke disk device
12.  Klik button Add untuk menambahkan target backup
13.  Klik button Remove untuk menghapus target backup
14.  Klik button Content untuk melihat detail dari isi target backup
15.  Pilih append to media jika backup ke tape melanjutkan sisa backup sebelumnya
16.  Pilih overwrite existing media jika backup ke tape menulis ulang dari awal lagi.
Pilih lokasi penyimpanan datanya
Kemudian isi nama file di kotak file name
Jika sudah klik OK
Patikan kotak file name sudah terisi dengan lokasi dan nama file yang diinginkan. Jika sudah benar klik tombol OK
17.  Selesai
Cek hasil backup date melalui Windows Explore, lihat ke folder tempat penyimpanan data tersebut.
            Downtime adalah keadaan dimana web anda tidak bisa diakses dalam waktu tertentu.
Ada 3 backup dalam mengembalikan basis data ke keadaan yang dianggap benar setelah terjadinya downtime
1.      Pemulihan terhadap kegagalan transaksi
2.      Pemulihan terhadap kegagalan media
3.      Pemulihan terhadap kegagalan sistem

Fasilitas backup pada DBMS
1.      Fasilitas logging dengan membuat track pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah
2.      Fasilitas checkpoiny, melakukan update database yang terbaru
3.      Manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah terjadinya kesalahan
Teknik backup
1.      Defered update/perubahan yang ditunda: perubahan pada database tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada point disetujui (COMMIT)
2.      Immediate Upadate/prubahan langsung. Perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui
3.      Shadow Paging: menggunakan page bayangan dimana prosesnya terdiri atas 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan
C.      File Backup Online sesuai kebutuhan Organisasi dan Keamanan denngan Waktu Mati (Down Time) Minimal
Backup online adalah metode penyimpanan data offsite dimana file, folder, atau seluruh isi sistem secara teratur didukung pada remote server atau komputer dengan koneksi jaringan. Sejumlah organisasi menyediakan layanan backup online untuk pelanggan yang komputernya terhubung ke internet, secara otomatis menyalin file yang dipilih untuk cadangan penyimpanan di penyedia layanan.
Semakin banyak organisasi yang tergantung pada penyedia layanan backup online untuk keamanan tambahan pada file komputer yang mereka simpan. Ada kesadaran bahwa sebagian besar pekerjaannya bergantung pada data ini. Bagi mereka penyimpanan ini berfungsi dengan baik sebagai penyimpan data pada komputer di zaman modern.
Ada beberapa keuntungan dari layanan backup online yaitu sebagai berikut
1.    Otomatis, setelah salah satu menetapkan jadwal mereka, itu sepenuhnya otomatis.
2.    Aman, data disimpan pada tape disk dan tidak.
3.    Diakses dan dikelola dari mana saja
4.    Efisien penggunaan internet
5.    Tidak ada penanaman modal.
6.    Kepatuhan peraturan
Tujuan dari setiap backup online dan rencana pemulihan adalah untuk menjaga integritas sistem dan organisasi dengan sedikit atau tidak ada gangguan dalam proses.
Sebaik apapun teknologi pasti juga memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan yang ditimbulkan dari layanan online antara lain:
1.      Komputer menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban
2.      Organisasi yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing
3.      Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka organisasi akan mengalami kerugian besar.