Kamis, 10 Januari 2013

berawal dari facebook

-->
Ketika itu masih keren -kerennya  fecebook, akupun mengikuti perkembangan zaman  dan akhirnya aku membuat facebook mendapat teman bahkan akupun juga sempat mempunyai pacar dari facebook. Ketika itu aku lagi asik-asiknya membuka accoun facebookku tiba-tiba ada inbox masuk dalam pesanku. Namanya adalah Bima ia mengajakku berkenalan , aku tak pedulikan dia waktu itu tapi setelah ku telusuri ia anak baik-baik akhirnya ku balas pesannya. Selain itu ia juga cukup ganteng. Lalu kami mulai akrab kami selalu nyambung kalau sedang chattingan. Setelah lama kelamaan dia minta nomor  hp ku , ku beri saja karna aku mulai ada perasaan dengannya. Perasaanku itu kupendam saja karena aku menganggapnya sebagai kakakku . setelah ku berikan nomor hp ku , ia mulai sering mengirim sms kepadaku dengan perhatiaanya aku mulai terkesan padanya. Tapi karena bulan-bulan itu kami ada ujian semester  aku mulai putus hubungan dengannya .
Aku mulai merasa kehilangan , tapi aku berfikir kenapa aku harus merasa kehilanga n? toh , dia bukan siapa-siapaku. Sebenarnya aku ingin sms dia dulu tapi aku gengsi kenapa juga aku harus sms dia ? . beberapa bulan aku tak lagi berhubungan dengannya. Saat itu aku aktif dalam dunia maya lagi.  Waktu itu aku mengomentari sebuah status orang yang tak ku kenal tiba tiba  Aldi namanya juga mengomentari status itu. Kami mulai akrab mulai dari mengomentari status orang yang tak ku kenal itu. Lama-lama ia juga minta nomor hpku tapi aku tak langsung memberi nomorku begitu saja. Setelah ku lihat profil di accou nya ternyata dia satu sekolah dengan Bima yaitu SMP 1 Malang aku bilang saja “ kakak mau minta nomorku minta saja sama temennya Kak Aldi namanya Bima  ” lalu tiba- tiba hp ku berdering ternyata itu sms dari Kaka Bima dia bertanya “ dek,temenku Aldi mau minta nomor kamu , boleh gak ? ”  aku jawab saja “ terserah Kak Bima aja , kalo orangnya baik ya kasih saja .”
Oohh, ya aku memenggil mereka kakak karena usianya satu tahun lebih tua dariku . sejak itu kami mulai berhubungan lagi begitu pula dengan Kak Aldi yang juga sering mebgirim sms kepadaku. Dari awal aku menganggap Kak Aldi hanya seorang sahabat karena aku sering bercerita sesuatu kepadanya dia juga asik kalau dicurhatin. tapi berbeda dengan kak Bima yang pada awanya ia memanggilku adek lalu adekku sayang dan akhirnya dia memanggilku sayang pada saat itu aku hanya mengaggap kata-kata sayang hanya sebatas sayang seorang kakak kepada adikknya. Tapi suatu malam di tengah-tengah kami sedang smsan di bertanya “sayang, sebenernya kamu anggap aku sebagai siapa kamu ?”  aku balas saja “ lah kakak anggap aku sebagai apanya kakak ??” dan saat itu ia membalas sms ku tadi “ aku mulai merasa kalau kamu pacarku , gemana denganmu , dek sayang ? kamu mau gak anggep aku jadi pacarmu juga ??” betapa terkejutnya aku ketika ia bilang seperti itu kepadaku karena aku letah menghapus perasaanku dulu yang juga sempat menyukainya. Lalu ku balas saja “hmm..gmana ya kak, iya lah kita coba J” lak lama kemudian Kak Aldi sms aku tiba-tiba ia langsung bertanya “ kamu pacarnya Bima ya ? “ aku bingung dia tau dari mana dan aku juga bingung mau bilang “ya ” tapi disisi lain aku tak tega karena dulu ia juga pernah nembak aku tapi ku tolak. Akhrnya ku jawab jujur saja “ iya”  lalu tak lam ia membalas sms ku memberi selamat padaku.
Selama aku berpacaran dengan Bima aku senang karena ia amat perhatian padaku dan yang paling ku suka darinya ia pengertian apabila aku tak membalasnya karena aku sedang belajar untuk menghadapi semester dia sudah Hbis menyelesikak UASnya jadi dia banyak waktu luangnya  ia juga orang yang rajin beribadah.  Kami melakukan pacaran jarak jauh yang membuat kami tak pernah saling bertemu akhirnya liburan semeater ku putuskan untuk pergi kerumah bibiku yang berada di malang juga. Akhirnya aku sempat bisa bertemu dengannya. Karena waktu yang libur yang begitu cepat berlalu  aku pulang dari liburanku. Saat itu hubungan kami masih baik-baik saja. Tapi saat ia mengiri sms "kamu  sering smsan sama Aldi ya daripada sama aku? “ tentu saja ku bilang “enggak kok” tapi dia tak percaya , dia marah dan aku tak tau apa yang harus ku lakukan karena aku memang tak sering smsan dengan Kak Aldi. Ya sudah ku biarkan saja dia. Satu minggu , dua minggu tak ada kabar darinya aku mulai berfikir untuk putus saja dengannya secara baik-baik dan akhirnya aku sms dia agar dia mencari yang lebih baik dariku. Karena aku yakin ini yang terbaik untuk kami.
ini cerpen saya ..memeng tidak sempurna , maka dari itu saya minta kritik dan sarannya ..
terimakasih :)
terimakasih