-->
ini cerpen saya ..memeng tidak sempurna , maka dari itu saya minta kritik dan sarannya ..
terimakasih :)
terimakasih
Ketika itu masih keren
-kerennya fecebook, akupun mengikuti
perkembangan zaman dan akhirnya aku
membuat facebook mendapat teman bahkan akupun juga sempat mempunyai pacar dari
facebook. Ketika itu aku lagi asik-asiknya membuka accoun facebookku tiba-tiba
ada inbox masuk dalam pesanku. Namanya adalah Bima ia mengajakku berkenalan ,
aku tak pedulikan dia waktu itu tapi setelah ku telusuri ia anak baik-baik
akhirnya ku balas pesannya. Selain itu ia juga cukup ganteng. Lalu kami mulai
akrab kami selalu nyambung kalau sedang chattingan. Setelah lama kelamaan dia
minta nomor hp ku , ku beri saja karna
aku mulai ada perasaan dengannya. Perasaanku itu kupendam saja karena aku
menganggapnya sebagai kakakku . setelah ku berikan nomor hp ku , ia mulai
sering mengirim sms kepadaku dengan perhatiaanya aku mulai terkesan padanya.
Tapi karena bulan-bulan itu kami ada ujian semester aku mulai putus hubungan dengannya .
Aku mulai merasa
kehilangan , tapi aku berfikir kenapa aku harus merasa kehilanga n? toh , dia
bukan siapa-siapaku. Sebenarnya aku ingin sms dia dulu tapi aku gengsi kenapa
juga aku harus sms dia ? . beberapa bulan aku tak lagi berhubungan dengannya.
Saat itu aku aktif dalam dunia maya lagi.
Waktu itu aku mengomentari sebuah status orang yang tak ku kenal tiba
tiba Aldi namanya juga mengomentari
status itu. Kami mulai akrab mulai dari mengomentari status orang yang tak ku
kenal itu. Lama-lama ia juga minta nomor hpku tapi aku tak langsung memberi
nomorku begitu saja. Setelah ku lihat profil di accou nya ternyata dia satu sekolah
dengan Bima yaitu SMP 1 Malang aku bilang saja “ kakak mau minta nomorku minta
saja sama temennya Kak Aldi namanya Bima ” lalu tiba- tiba hp ku berdering ternyata itu
sms dari Kaka Bima dia bertanya “ dek,temenku Aldi mau minta nomor kamu , boleh
gak ? ” aku jawab saja “ terserah Kak Bima
aja , kalo orangnya baik ya kasih saja .”
Oohh, ya aku memenggil
mereka kakak karena usianya satu tahun lebih tua dariku . sejak itu kami mulai
berhubungan lagi begitu pula dengan Kak Aldi yang juga sering mebgirim sms
kepadaku. Dari awal aku menganggap Kak Aldi hanya seorang sahabat karena aku
sering bercerita sesuatu kepadanya dia juga asik kalau dicurhatin. tapi berbeda
dengan kak Bima yang pada awanya ia memanggilku adek lalu adekku sayang dan
akhirnya dia memanggilku sayang pada saat itu aku hanya mengaggap kata-kata
sayang hanya sebatas sayang seorang kakak kepada adikknya. Tapi suatu malam di
tengah-tengah kami sedang smsan di bertanya “sayang, sebenernya kamu anggap aku
sebagai siapa kamu ?” aku balas saja “
lah kakak anggap aku sebagai apanya kakak ??” dan saat itu ia membalas sms ku
tadi “ aku mulai merasa kalau kamu pacarku , gemana denganmu , dek sayang ?
kamu mau gak anggep aku jadi pacarmu juga ??” betapa terkejutnya aku ketika ia
bilang seperti itu kepadaku karena aku letah menghapus perasaanku dulu yang
juga sempat menyukainya. Lalu ku balas saja “hmm..gmana ya kak, iya lah kita
coba J”
lak lama kemudian Kak Aldi sms aku tiba-tiba ia langsung bertanya “ kamu
pacarnya Bima ya ? “ aku bingung dia tau dari mana dan aku juga bingung mau
bilang “ya ” tapi disisi lain aku tak tega karena dulu ia juga pernah nembak
aku tapi ku tolak. Akhrnya ku jawab jujur saja “ iya” lalu tak lam ia membalas sms ku memberi
selamat padaku.
Selama aku berpacaran
dengan Bima aku senang karena ia amat perhatian padaku dan yang paling ku suka
darinya ia pengertian apabila aku tak membalasnya karena aku sedang belajar
untuk menghadapi semester dia sudah Hbis menyelesikak UASnya jadi dia banyak
waktu luangnya ia juga orang yang rajin
beribadah. Kami melakukan pacaran jarak
jauh yang membuat kami tak pernah saling bertemu akhirnya liburan semeater ku
putuskan untuk pergi kerumah bibiku yang berada di malang juga. Akhirnya aku
sempat bisa bertemu dengannya. Karena waktu yang libur yang begitu cepat
berlalu aku pulang dari liburanku. Saat
itu hubungan kami masih baik-baik saja. Tapi saat ia mengiri sms "kamu sering smsan sama Aldi ya daripada sama aku?
“ tentu saja ku bilang “enggak kok” tapi dia tak percaya , dia marah dan aku
tak tau apa yang harus ku lakukan karena aku memang tak sering smsan dengan Kak
Aldi. Ya sudah ku biarkan saja dia. Satu minggu , dua minggu tak ada kabar
darinya aku mulai berfikir untuk putus saja dengannya secara baik-baik dan
akhirnya aku sms dia agar dia mencari yang lebih baik dariku. Karena aku yakin
ini yang terbaik untuk kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar