Semarang akhir-akhir ini terasa dingin, hujan yang turun makin hari makin deras dan mungkin ini saat yang membuatku makin merindumu. Ketika malam menjelma ku kira hujan akan berhenti, namun ternyata hujan makin deras dan larut malam terasa dingin. Sejenak aku ingin menutup mataku untuk segera terlelap namun hujan mengatakan "rindukan aku hingga terlihat basah embun di jendelamu". Saat-saat seperti inilah aku tak mungkin megabaikannya, dan malam seperti inilah sosokmu mulai menyelimuti, tiba-tiba ingin ku tanyakan padamu "bagaimana kabarmu? apa kamu juga merindukanku? sama seperti aku yang merindukanmu?" dan kabarmulah yang paling menenangkan saat semua mulai terlihat samar-samar. Aku merindukanmu seperti tetes hujan yang membasahi tiap sudut Kota Semarang.
Maaf jika aku terlalu mengkhawatirkanmu, aku terlalu egois untuk tau setiap apa yang kamu lakukan mungkin ini karena sejatinya aku pencemburu dan aku tidak ingin kehilangan sosokmu. Entah apa yang membuatku terlalu tenggelam pada sosokmu tapi nyatanya memang begitu. Akupun juga bertanya-tanya mengapa aku begitu mudah menyayangimu? mengapa aku begitu mudah menaruh perhatian pada sosokmu ? mengapa aku jatuh cinta pada suaramu yang bernada rendah tapi mampu membuatku merindukannya tiap malam ?
Telah ada ribuan kamu di kepalaku, dan malam satu persatu kamu memaksaku untuk memikirkanmu, merindukanmu. Namun sedikit membuatu resah karena kamu tidak disampingku ketika aku merindukanmu dan saat ini ingin kepalaku bersandar di bahumu, dan rindu pelukmu yang menenangkan itu. Aku rasa rindu ini semakin berbahaya, karena jarak kotamu dan kotaku tak mungkin di tempuh sesaat karena sungguh, sayang, tidak ada yang lebih menyiksa selain merindukan seseorang sepertimu, dan akupun juga sungguh tau, aku tak cukup kuat untuk menakklukkan jarak ratusan kilometer di antara kita, tapi percayalah selalu ada kamu di setiap hariku.
Maaf jika aku terlalu mengkhawatirkanmu, aku terlalu egois untuk tau setiap apa yang kamu lakukan mungkin ini karena sejatinya aku pencemburu dan aku tidak ingin kehilangan sosokmu. Entah apa yang membuatku terlalu tenggelam pada sosokmu tapi nyatanya memang begitu. Akupun juga bertanya-tanya mengapa aku begitu mudah menyayangimu? mengapa aku begitu mudah menaruh perhatian pada sosokmu ? mengapa aku jatuh cinta pada suaramu yang bernada rendah tapi mampu membuatku merindukannya tiap malam ?
Telah ada ribuan kamu di kepalaku, dan malam satu persatu kamu memaksaku untuk memikirkanmu, merindukanmu. Namun sedikit membuatu resah karena kamu tidak disampingku ketika aku merindukanmu dan saat ini ingin kepalaku bersandar di bahumu, dan rindu pelukmu yang menenangkan itu. Aku rasa rindu ini semakin berbahaya, karena jarak kotamu dan kotaku tak mungkin di tempuh sesaat karena sungguh, sayang, tidak ada yang lebih menyiksa selain merindukan seseorang sepertimu, dan akupun juga sungguh tau, aku tak cukup kuat untuk menakklukkan jarak ratusan kilometer di antara kita, tapi percayalah selalu ada kamu di setiap hariku.
“Distance never separates two hearts that really
care, for our memories span the miles and in seconds we are there. But whenever
I start feeling sad, because I miss you, I remind myself how lucky I am to have
someone so special to miss.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar